<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-935504547896545540</id><updated>2011-11-28T07:27:36.499+07:00</updated><title type='text'>Never Ending Creativity</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://e-tojib.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-tojib.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DENBAGUS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457749722344694219</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SZudwmH0JSI/AAAAAAAAABA/DTpsuNiZu0g/S220/S6001613.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-935504547896545540.post-7799975085805889810</id><published>2009-03-05T19:08:00.005+07:00</published><updated>2009-03-05T19:25:55.806+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUN FA YAKUN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Behind the Words&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:lucida grande;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Kalimat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun Fa Yakun&lt;/span&gt; yang terdapat dalam al-Qur’an surat Yasin ayat 82 ini sering kali dijadikan dalil andalan oleh banyak orang muslim untuk menunjukkan ke-Maha Kuasa-an tuhan atas segalanya. Potongan ayat tersebut sering dipahami dengan interpretasi yang sederhana. Kapan pun Tuhan menghendaki sesuatu Dia hanya tinggal berkata “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun Fa Yakun&lt;/span&gt;” dan semuanya terjadi. Demikian maha kuasanya tuhan sehingga tidak alasan apa pun untuk sesuatu itu tidak terjadi jika tuhan sudah menghendakinya. Seakan semudah membalik tangan dan semuanya sudah berubah. Benarkah semudah dan secepat itu tuhan menciptakan segala sesuatu sehingga tidak memberikan kesempatan kepada hambaNya untuk hanya sekedar tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam proses kejadiannya?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Mari kita sejenak melihat dan menganalisa kata demi kata dalam kalimat tersebut dari sisi makna dalam tata bahasanya. Dalam bahasa Arab, kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun&lt;/span&gt; merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fi’il amar&lt;/span&gt; atau kata perintah yang berarti jadilah. Di sini, Tuhan mulai mengutarakan keinginan atas terjadinya sesuatu dengan ungkapan kata tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa Yakun&lt;/span&gt;. Kata Yakun merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fi’il mudhori’ &lt;/span&gt;yang berarti pelaksanaan atau kejadiannya bisa terjadi sekarang atau juga di masa yang akan datang. Jadi kehendak Tuhan atas sesuatu tersebut mungkin bisa terjadi seketika ketika Dia menghendaki sesuatu dengan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun&lt;/span&gt; atau mungkin juga akan terjadi setelahnya di waktu yang akan datang. Sehingga dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yakun&lt;/span&gt; belum bisa dipastikan kapan sesuatu tersebut akan benar-benar ada atau terjadi. Selain itu, ada huraf &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa&lt;/span&gt; yang mendahului kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yakun&lt;/span&gt; dan sekaligus memisahnya dengan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun&lt;/span&gt;. Dalam bahasa Arab, huruf &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa&lt;/span&gt; mempunyai makna tarakhi yang artinya kerenggangan waktu atau jarak. Berarti dalam hal ini, antara waktu ketika tuhan menghendaki dengan terjadinya sesuatu tersebut ada suatu jarak waktu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;distance&lt;/span&gt;) di antara keduanya. Sehingga di sinilah dimungkinkan terjadinya suatu proses dari penciptaan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Sebagai bukti pembenaran atas pemaknaan potongan ayat di atas, sebenarnya ada banyak contoh yang dapat kita ketahui tapi mungkin kita tidak menyadarinya. Kita yakin bahwa kejadian di sekitar kita semuanya adalah kehendak tuhan dan semuanya terjadi melalui proses. Salah satu di antaranya, kelahiran bayi di muka bumi ini adalah kehendak tuhan untuk menciptakan manusia. Dan bayi itu tidak dengan tiba-tiba saja ada di dunia ini tanpa proses dalam kandungan dan kemudian dilahirkan? Bahkan termasuk nabi Isa yang meskipun tanpa melalui proses hubungan badan suami isteri orang tuanya, tapi juga melewati proses dalam kandungan dan kemudian dilahirkan. Selain itu, bukankah kita juga tahu bahwa tuhan menciptakan bumi dan langit dalam waktu selama tujuh hari sebagaimana yang dikisahkan dalam al-Qur’an. Dalam waktu beberapa hari itu berarti ada proses penciptaan di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Demikian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kun Fa Yakun&lt;/span&gt;, sebuah kalimat pendek tapi syarat makna, yang telah memberikan penjelasan kepada kita bahwa segala sesuatu ada atau terjadi tidak dengan begitu saja, melainkan dengan adanya proses-proses yang mendahuluinya. Lebih dari itu, proses merupakan hal yang sangat penting dalam setiap kejadian. Tapi, adanya proses dalam hal ini tidak berarti kita bisa meragukan ke-Maha Kuasa-an Tuhan dalam menciptakan segala sesuatu, pun juga juga tidak bisa disimpulkan bahwa Tuhan mempunyai kemampuan dan kekuasaan yang terbatas. Karena selain Maha Menciptakan, Tuhan juga Maha Tahu atas segalanya. Kapan seharusnya sesuatu itu ada dan diciptakan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu ya’lamu wa antum la ta’lamun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:lucida grande;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/935504547896545540-7799975085805889810?l=e-tojib.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-tojib.blogspot.com/feeds/7799975085805889810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=935504547896545540&amp;postID=7799975085805889810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/7799975085805889810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/7799975085805889810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-tojib.blogspot.com/2009/03/kun-fa-yakun.html' title=''/><author><name>DENBAGUS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457749722344694219</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SZudwmH0JSI/AAAAAAAAABA/DTpsuNiZu0g/S220/S6001613.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-935504547896545540.post-1881214965066003861</id><published>2009-02-22T15:43:00.005+07:00</published><updated>2009-02-27T07:49:16.839+07:00</updated><title type='text'>Baca dengan Hati Nuranimu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SaERCEROKCI/AAAAAAAAADI/19hDgYKgGIc/s1600-h/DSCF6730.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SaERCEROKCI/AAAAAAAAADI/19hDgYKgGIc/s200/DSCF6730.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305540563222538274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hai….Para (Mantan) Santri………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ku panggil kalian dengan seruan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Teriakan keras penuh kemarahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kemana saja kalian selama ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kesibukan apa yang membuat kalian lena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apakah kebebasan yang baru kalian dapatkan terlalu indah untuk dinikmati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sehingga kalian lupa menengok rumah lama kalian di tanah Suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di sana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tidakkah kalian tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lingkungan yang dulu asri mulai ada yang mengotori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Rumah yang dulu kaya sekarang akan terjual secara terpisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bangunan yang kokoh itu rapuh digerogoti rayap-rayap kepentingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan kebersihannya pun kini tak lagi terjaga karena sarang-sarang tikus yang mulai ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku geram menyaksikan semuanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ingin ku libas para penjilat kekuasaan itu dengan bantuan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi apalah daya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Doaku terhalang oleh undang-undang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan Ababil takkan datang untuk menyerang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekarang aku tak berharap dengan keajaiban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jangan pernah bilang karena Tuhan diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi mata mereka lah yang terpejam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dengan pertimbangan panjang telah ku putuskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku ingin kalian saja lah yang datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menjadi juru selamat atas nama Hamam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Suarakanlah dengan lantang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;”Aku datang untuk menang”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;DenBagus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jogjakarta 210209&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/935504547896545540-1881214965066003861?l=e-tojib.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-tojib.blogspot.com/feeds/1881214965066003861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=935504547896545540&amp;postID=1881214965066003861' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/1881214965066003861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/1881214965066003861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-tojib.blogspot.com/2009/02/baca-dengan-hati-nuranimu_1482.html' title='Baca dengan Hati Nuranimu'/><author><name>DENBAGUS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457749722344694219</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SZudwmH0JSI/AAAAAAAAABA/DTpsuNiZu0g/S220/S6001613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SaERCEROKCI/AAAAAAAAADI/19hDgYKgGIc/s72-c/DSCF6730.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-935504547896545540.post-651980231094292098</id><published>2009-02-22T12:19:00.007+07:00</published><updated>2009-03-05T19:38:03.755+07:00</updated><title type='text'>Kyaiku Politisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SaDgrHWt31I/AAAAAAAAACY/Kp5vBPdRl_E/s1600-h/Image%28300%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SaDgrHWt31I/AAAAAAAAACY/Kp5vBPdRl_E/s200/Image%28300%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305487392355770194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Curahan Hati Seorang Santri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Akhir-akhir ini, hampir setiap hari saya melihat dan mengikuti berita di berbagai media masa tentang perkembangan politik di negeri ini. Persaingan antar partai politik dalam pemilu tahun ini semakin tajam. Maneuver demi maneuver dilakukan untuk mendapatkan simpati masa, untuk mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya pada pemilu nanti. Banyak cara yang dilakukan oleh partai untuk mencapai tujuan dalam memenangkan pemilu. Mulai dari memasang iklan, mengadakan acara hiburan rakyat, memberikan bantuan-bantuan, mendatangi pengajian-pengajian, sampai pada sowan ke makam-makam. Ada juga yang jeli melihat potensi yang besar untuk dapat mempengaruhi masa dengan menggandeng para tokoh atau ulama’. Itu semua merupakan cara yang sah-sah saja dalam dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt; Melihat dinamisasi politik yang semakin berkembang, banyak orang mulai tertarik untuk terjun di dunia politik dengan berbagai macam tujuannya. Ada yang dulu bekerja menjadi sales, sekarang mencalonkan diri menjadi anggota dewan dengan harapan bisa memperbaiki ekonominya karena gaji dewan banyak. Ada yang purnawirawan TNI sekarang juga aktif di partai dan mencalonkan diri menjadi caleg, bupati dan bahkan presiden dengan alasan ingin menambah pengabdian kepada Ibu Pertiwi. Ada pula para tokoh dan ulama’ yang kini mulai banyak terlihat keluar masuk partai politik dengan alasan ingin mengabdi kepada umat dalam jumlah yang lebih luas lagi, selain itu ada juga yang beralasan demi menjaga moralitas bangsa karena menganggap dunia politik sekarang sudah mulai keluar dari norma-norma sosial dan agama. Begitulah fenomena politik yang ada pada masyarakat kita dewasa ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Keikutsertaan banyak tokoh termasuk ulama’ dalam partai politik, mengingatkan saya pada kyai saya yang sangat saya hormati. Kabar terakhir yang saya dengar, beliau sekarang aktif menjadi pengurus di salah satu partai. Sebagai santri yang mempunyai ikatan spiritual-emosional dengan sang kyai, sudah sewajarnya saya dan santri-santri lainnya yang sependapat dengan saya merasa khawatir dan resah dengan apa yang sedang dan akan terjadi pada sang kyai. Berbagai macam pertanyaan muncul. Apakah selamanya figur sang kyai akan tetap berdiri kokoh di dalam pesantren dan masyarakat yang majmuk? Masihkah akan banyak orang mengantre untuk sowan meskipun pintu rumah beliau selalu terbuka lebar untuk siapapun? Akankah mereka tetap khusyu’ dan patuh mendengar petuah beliau meskipun kini sang kyai akan lebih sering berkhotbah? Akankah doa sang kyai akan tetap mustajab meskipun kini banyak orang mulai meragukannya?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Semua itu adalah kekhawatiran-kekhawatiran yang sering terlintas dalam benak saya. Bukannya saya tidak percaya dengan Ulama’ yang Umara’ atau Umara’ yang Ulama’. Tapi menurut saya cita-cita itu terlalu ideal untuk diterapkan dalam konteks masyarakat kita sekarang ini, mengingat peran dan sosok tokoh atau kyai dalam dunia politik dan dalam sosial masyarakat sama sekali berbeda. Ketika seseorang masuk pada satu partai politk maka dia sudah diklaim hanya menjadi milik kelompok tertentu. Dengan begitu, secara tidak langsung sang kyai sudah membatasi diri dari masyarakat yang heterogen, yang pasti tidak semuanya sejalan dengan visi dan cita-cita partai yang diikuti atau dipimpin oleh sang kyai. Apalagi kita tahu sentimen dan antipati antara satu partai dengan partai yang lain sangatlah tinggi. Nah, di sini figur sang kyai di mata masyarakat mulai rapuh. Figur sang kyai yang seharusnya menjadi tauladan bagi siapapun dan tempat bernaung bagi kelompok atau masyarakat manapun sekarang hanya menjadi panutan bagi kelompok tertentu. Dari situ, tingkat kepercayaan dan kepatuhan masyarakat kepada kyai sediikit demi sedikit akan mulai berkurang.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Lebih dari itu, dunia politik yang penuh intrik akan mengotori “kesucian” status sang kyai. Status prestisius yang sangat di hormati oleh semua orang karena keilmuan dan kealimannya. Tapi orang dengan apatis mulai mengabaikannya kerana dia dan sang kyai tidak lagi mempunyai pandangan yang sama. Sehingga akan muncul gap antara sang kyai dengan masyarakat, atau bahkan dengan santri yang tidak sepaham dengan sang kyai. Jarak itu akan semakin jauh seiring dengan adanya kepentingan yang semakin berbeda. Mungkin itu adalah sebuah konsekwensi dari sebuah pilihan. Sang kyai lebih memilih untuk tinggal di sebuah kamar yang sempit daripada rumah besar yang luas. Tentu ini akan berdampak negatif terhadap eksistensi sang kyai dan pesantrennya secara khusus, serta Islam secara luas karena kyai adalah imam dalam agama. Kalau sudah demikian, kharisma sang kyai akan pudar tergerus oleh karir barunya sendiri. Ibarat keraton tanpa mitos, apalah artinya seorang kyai tanpa kharisma.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Dalam posisi seperti ini, menurut saya sesungguhnya sosok kyai dengan atau tanpa sadar banyak dieksploitasi dan dimanfaatkan. Keberadaan kyai hanya dijadikan pagar partai politik dari isu-isu dan anggapan negatif yang dituduhkan kepada partai karena kyai adalah orang yang dianggap bersih. Selain itu kyai juga dijadikan pintu gerbang masuk para konstituen partai politik mengingat kyai adalah seorang figur yang mempunyai pengaruh besar terhadap masyarakat. Kalau memang begitu adanya fungsi dan peran kyai dalam partai politik, maka nama besar sang kyai hanya dijadikan merek dagang yang mempunyai nilai jual tinggi. Sangat disayangkan sekali, kyai adalah sosok yang terlalu mulya untuk dijadikan korban politik, korban kepentingan sesaat, dan korban orang-orang yang ambisius akan kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Di akhir sebuah ungkapan, saya hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik buat sang kyai. Tuhan,,,tunjukkanlah kepada kami mana yang haq dan mana yang bathil dan keduanya jelas berbeda. Aku memohon kepadaMu, tunjukkanlah kepada kami mana yang tulus dan mana yang tendensius. Dan semoga sang kyai tetap berada dalam lindunganMu. Amin!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:georgia;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;Adakah doa ini terkabul, Tuhan lah yang Maha Mendengar dan Maha Tahu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/935504547896545540-651980231094292098?l=e-tojib.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-tojib.blogspot.com/feeds/651980231094292098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=935504547896545540&amp;postID=651980231094292098' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/651980231094292098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/651980231094292098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-tojib.blogspot.com/2009/02/curahan-hati-seorang-santri-akhir-akhir.html' title='Kyaiku Politisi'/><author><name>DENBAGUS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457749722344694219</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SZudwmH0JSI/AAAAAAAAABA/DTpsuNiZu0g/S220/S6001613.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SaDgrHWt31I/AAAAAAAAACY/Kp5vBPdRl_E/s72-c/Image%28300%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-935504547896545540.post-6801656251260959412</id><published>2009-02-22T12:17:00.001+07:00</published><updated>2009-02-22T16:59:04.951+07:00</updated><title type='text'>Dream Comes True</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mulailah kenyataan dalam hidupmu dari sebuah mimpi&lt;br /&gt;capailah kesuksesan masa depan dengan mimpi&lt;br /&gt;dan temukan kebahagiaan dalam hidupmu dalam mimpi panjangmu&lt;br /&gt;karena hanya mereka yang punya mimpi yang berani menghadapi masa depan jauh ke depan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/935504547896545540-6801656251260959412?l=e-tojib.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-tojib.blogspot.com/feeds/6801656251260959412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=935504547896545540&amp;postID=6801656251260959412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/6801656251260959412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/935504547896545540/posts/default/6801656251260959412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-tojib.blogspot.com/2009/02/mulailah-kenyataan-dalam-hidupmu-dari.html' title='Dream Comes True'/><author><name>DENBAGUS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457749722344694219</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_jpiVfIMQ2Cs/SZudwmH0JSI/AAAAAAAAABA/DTpsuNiZu0g/S220/S6001613.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
